Tampilkan postingan dengan label #listrik #instalasilistrikrumah #merakitkelistrikan @plcindonesia #pelatihan #pelatihanlistrik #pelatihansolarcell #pelatihan otomasi #pelatihankerja #otomasilistrik #bpvpsorong #kemanker #. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #listrik #instalasilistrikrumah #merakitkelistrikan @plcindonesia #pelatihan #pelatihanlistrik #pelatihansolarcell #pelatihan otomasi #pelatihankerja #otomasilistrik #bpvpsorong #kemanker #. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2024

LEMBAR INFORMASI 031 PERSIAPAN INSPEKSI HASIL LAS

 



LEMBAR INFORMASI

MATERI

: PENGELASAN SMAW 3G                                                              

INSTRUKTUR

: RAHADIAN RESTU W. PUTRO, S.T

I.        Pengertian

 Inspeksi visual adalah metode pengujian yang tidak merusak benda hasil atau uji menggunakan mata atau secara visual (bisa dilihat).

Pengujian hasil pengelasan terdapat urutan pengujian mulai dari yang paling mudah hingga tersulit maupun termahal. Tahapan pengujian hasil pengelasan antara lain:

1.      NDT (Non Destruktif Test)

NDT adalah proses inspeksi hasil pengelasan dengan menggunakan alat bantu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hasil pengelasan tanpa merusak hasil pengelasan.

NDT antara lain:

·        VT (Visual Test)

·        PT (Penetrant Test)

·        MT (Magnetic Test)

·        UT (Ultrasonic Test)

·        ET (Elektromagnetik Test)

·        RT (Radiography Test)

2.      DT (Destruktif Test)

DT adalah proses inspeksi hasil pengelasan dengan menguji hasil pengelasan dengan merusak hasil pengelasan agar mengetahui kekuatan hasil pengelasan.

DT antara lain:

·        Uji Tekuk

·        Uji Tarik

·        Uji Tekan

·        Uji Kekerasan

Cacat las atau welding defect adalah hasil pengelasan yang kurang sempurna karena terdapat faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian hasil las yang ditetapkan sesuai standar         ASME, ASTM, AWS, API, ISO dan lain-lain.


I.        Jenis – jenis cacat las terjadi pada pengelasan SMAW/MMA

Jenis-jenis cacat las antara lain:

a.      Spatter

gambar. Spatter las

Penyebab:

-        ampere tinggi

-        Polaritas salah

-        Arc length terlalu jauh

-        Elektroda lembab

a.      Overlap


gambar. Overlap 

Penyebab:

-        Ampere rendah

-        Travel speed las lambat

 

 

 

b.     Underfill


gambar. cacat Underfill

Penyebab: gagalnya pengisian atau pengisian kurang

 

c.      Undercut

gambar. cacat undercut

Penyebab: ampere terlalu tinggi & Sudut elektroda salah

 



 

d.     Porosity


gambar. cacat porosity

Penyebab: gas pelindung kurang baik

Elektroda dan material kotor

e.      Slag inclusion


gambar. cacat slag inclusion

Penyebab :

-        Pembersihan terak kurang bersih

-        Ampere rendah

 

f.       Incomplete Fusion


Penyebab:

-        Bevel kampuh terlalu sempit

-        Travel speed terlalu tinggi

-        Keterampilan tangan welder kurang

 

g.      Incomplete Root Penetration


gambar. Incomplete Root penetration

Penyebab:

-        Ampere terlalu rendah

-        Busur las terlalu jauh

-        Root gap sempit

-        Root face tipis

 

h.     Excessive penetration


gambar. Excessive reinforcement

Penyebab:

-        Travel speed terlalu lambat

-        Kesalahan teknik pengelasan

 

i.       Cracking

 

 

gambar. cacat crack

Penyebab:

-        Pendinginan material terlalu cepat

-        Pemilihan elektroda yang salah

 

Kesimpulan:

 Sebagai welder harus tahu macam-macam cacat las, sebagai bahan referensi saat dilakukan inspeksi hasil las


Soal  Evaluasi  Tertulis

Nama Program Pelatihan

:

Plate Welder SMAW 3G

Bidang Kompetisi

:

Welding

Kode Unit Kompetensi

:

C.25LAS01.0026.01

Elemen Kompetensi

:

1.    Melakukan persiapan inspeksi sesuai prosedur

Judul Unit Kompetensi

:

Melakukan inspeksi visual pengelasan

Kriteria Unjuk Kerja

:

1. 15 Jenis-jenis cacat diidentifikasi

Nama Peserta Pelatihan

:

 

Durasi

:

5 Menit

 

Petunjuk Umum

·        Bacalah setiap materi tes dengan cermat dan teliti.

·        Jawab pada lembar jawaban/kertas yang telah tersedia.

·        Evaluasi bersifat close book

 

Menjodohkan

Lengkapilah kalimat dibawah ini dengan memilih salah satu pilihan kata yang tersedia.

 

1.     Uji pengelasan yang menggunakan kejelian mata dalam mengidentifikasi hasil las disebut……

2.     Cacat hasil pengelasan yang berbentuk bulir-bulir percikan bunga api las disebut ……

a.     Spatter

b.     Uji Visual

c.      Cacat las

 

Benar – Salah

Berikan tanda silang pada huruf B jika pernyataan dibawah ini benar dan huruf S jika pernyataan salah.

 

1.      

B

S

Cacat las crack yang terjadi karena adanya keretakan pada hasil las.

2.      

B

S

Munculnya pori-pori (lubang) pada hasil las disebut cacat las CRACK.

 

Pilihan Ganda

Jawablah pertanyaan/pernyataan dibawah ini dengan memilih jawaban yang tepat sesuai opsi yang tersedia.

 

 

 

1.     Panca indra utama dalam proses inspeksi visual hasil las adalah :

 

a.

Telinga

c.

Mata

 

b.

Lidah

d.

Semua Benar

 

2.     Dibawah ini merupakan salah satu jenis cacat las, kecuali :

 

a.

Porosity

c.

Crack

 

b.

Terak

d.

Undercut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunci  Jawaban

Soal Evaluasi Tertulis

 

Menjodohkan

No.

Kunci Jawaban

1

B

2

A

 

Benar - Salah

No.

Kunci Jawaban

1.

B

2.

S

 

Pilihan Ganda

No.

Kunci Jawaban

1.

C

2.

B

 

 


Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1



Selasa, 04 Juni 2024

Materi Pengukuran listrik

 

PENGUKURAN

Menghubungkan rangkaian listrik yang tepat untuk memperoleh hasil pengukuran sesuai spesifikasi

Pengukuran adalah pembandingan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis dan salah satu besarannya dianggap sebagai standar.

I.     Peralatan pada pengukuran kelistrikan sesuai dengan spesifikasi

A.   Pengukuran adalah pembandingan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis dan salah satu besarannya dianggap sebagai standar.

B.   Alat ukur listrik adalah peralatan pengukuran dari besaran-besaran listrik. Berikut peralatan pengukuran sesuai spesifikasinya:

1.     Tahanan adalah Ohmmeter

2.     Tegangan adalah Voltmeter

3.     Arus listrik adalah Amperemeter

4.     Daya Listrik adalah Wattmeter

C.   AVOmeter adalah salah satu alat ukur listrik yang berfungsi untuk mengukur nilai tahanan, tegangan, dan arus pada suatu komponen/sumber/beban. Berdasarkan bentuknya, AVOmeter terbagi menjadi 2, yaitu: AVOmeter Digital dan AVOmeter Anlog.

II.   Fungsi dan bagian-bagian pada AVOmeter analog sesuai dengan spesifikasi

Fungsi dan bagian-bagian pada AVOmeter Analog:

1.    Papan Skala berfungsi sebagai papan nilai yang dihasilkan dari pengukuran yang ditunjuk oleh jarum penunjuk

2.    Jarum Penunjuk berfungsi sebagai penunjuk hasil pengukuran

3.    Zero Adjust Screw berfungsi untuk mengatur jarum pada posisi “0” pada saat Penyetelan sebelum melakukan pengukuran tegangan dan arus listrik

4.    Zero Adjust Knob berfungsi untuk mengatur “0” Ohm pada saat Penyetelan sebelum melakukan pengukuran tahanan

5.    Selector Switch berfungsi sebagai saklar pemilih besaran dan range pengukuran yang akan diukur

6.    Terminal Probe berfungsi sebagai lubang penghubung probe

7.    Probe berfungsi sebagai kabel pengubung antara objek yang diukur dengan AVOmeter

III. Cara Penyetelan pada AVOmeter analog sesuai dengan spesifikasi

A.   Penyetelan titik “0” AVOmeter pada pengukuran tegangan dan arus listrik

1.    Posisikan AVOmeter sesuai dengan SOP

2.    Pilih Selector Switch pada posisi ACV/DCV/mA

3.    Lihat jarum penunjuk apakah sudah menunjuk angka “0”. Jika belum, maka putar Zero Adjust Screw menggunakan Obeng (-) secara perlahan-lahan sehingga jarum penunjuk menunjuk angka “0”

4.    Jika jarum penunjuk sudah menunjuk angka “0” maka AVOmeter siap digunakan untuk pengukuran ACV/DCV/mA

B.   Penyetelan titik “0” AVOmeter pada pengukuran Tahanan

1.     Posisikan AVOmeter sesuai dengan SOP

2.     Pilih Selector Switch pada posisi Ohm (X1, X10, X100, X1K)

3.     Pasang kabel Probe pada Terminal Probe sesuai dengan warnanya

4.     Hubung singkatkan kedua ujung Probe antara Probe merah dan hitam

5.     Jarum penunjuk akan bergerak menuju angka “0” Ohm. Jika belum menunjuk angka “0” putar Zero Adjust Knob ke kanan/kiri hingga jarum penunjuk menunjuk angka “0”

6.     Jika jarum penunjuk sudah menunjuk angka “0”, maka AVOmeter siap digunakan untuk mengukur tahanan.










Pengukuran Hambatan :

1.    Penyetelan alat (dengan memutar sakelar selektor pada posisi Ω dan menempelkan ujung probe merah dan hitam, kemudian memposisikan jarum penunjuk tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan tombol pengatur nol ohm.)

2.    Pastikan komponen/beban yang akan diukur dalam kondisi tidak bertegangan

3.    Posisikan sakelar selektor pada posisi Ω pada range nilai yang paling besar

4.    Pasang probe pada AVOmeter pada kedua sisi beban/sumber/komponen yang akan diukur

5.    Baca hasil 


hasil ukur = skala yang ditunjuk jarum X range


1.    Jika sudah selesai, posisikan sakelar selektor pada posisi OFF

 

 

PENYIMPANAN AVOMETER DILAKUKAN SESUAI PROSEDUR OPERASI STANDAR

 

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS:             

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta kompeten:

  1. Menjelaskan jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik dengan benar
  2. Menjelaskan cara perawatan multimeter sesuai prosedur

3.    Menjelaskan cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur

Manfaat Pesdat mengetahui cara perawatan dan penyimpanan multimeter sesuai dengan prosedur operasi standar

 

MEDIA PEMBELAJARAN:

  1. LCD projector
  2. Laptop
  3. Laser pointer
  4. White Board/Papan Tulis
  5. Spidol dan penghapus
  6. Materi PPT
  7. Rencana Sesi
  8. Lembar Informasi
  9. Lembar Evaluasi

ALAT PERAGA:

1.    AVOmeter

METODE MENGAJAR:

  1. Ceramah bergambar
  2. Tanya Jawab

PERSIAPAN:

  1. Persiapan ruang kelas
  2. Persiapan alat peraga
  3. Persiapan bahan

2.    Persiapan mental dan fisik


I.            PENDAHULUAN

URAIAN KEGIATAN

WAKTU

(Menit)

  1. Memperkenalkan diri
  2. Safety induction
  3. Rules of class
  4. Mengabsen peserta pelatihan
  5. Apersepsi
  6. Memperkenalkan judul pelatihan
  7. Roadmap pelatihan
  8. Menjelaskan tujuan belajar
  9. Menjelaskan manfaat pembelajaran

5



I.            PENYAJIAN

NO

SUBPOKOK BAHASAN/SUBJUDUL

URAIAN

MEDIA PEMBELAJARAN

WAKTU

(Menit)

1.

Menjelaskan jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik dengan benar

1.1  Instruktur menjelaskan jenis – jenis dan tujuan dari perawatan peralatan listrik dengan benar

1.2  Instruktur memberikan umpan balik kepada peserta

1.3  Instruktur memberi kesempatan peserta pelatihan untuk bertanya

   PPT Slide ke-10

   Lembar Informasi

4

 

Kesimpulan

Instruktur menyimpulkan mengenai :

 

 

2     APLIKASI

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

Instruktur memberi pertanyaan kepada peserta, dan memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab soal :

 

 


3       EVALUASI

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.    Instruktur membagikan lembar evaluasi yang harus diisi oleh peserta dan mengumpulkannya kembali.

2.    Instruktur memberikan feedback dari hasil evaluasi

3


TUGAS TAMBAHAN

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.     Buatlah rangkuman cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur.

 

 

PEMBERESAN KELAS

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.     Merapikan peralatan dan media pembelajaran.

2.     Menghapus papan tulis.

3.     Ucapan terima kasih dan salam penutup

 


I.           Jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik

Perawatan adalah suatu upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan peralatan dalam kondisi yang baik dan tetap berfungsi. Karena sifatnya, maka perawatan dibedakan menjadi dua jenis yakni :

1.    Perawatan terencana (Preventif/pencegahan) Jenis perawatan terencana dilaksanakan sesuai dengan rencana yang disertai dengan monitoring dan evaluasi. Dengan demikian jenis perawatan tersebut betul-betul diprogram, diorganisir, dijadwal, dianggarkan, dilaksanakan, dimonitor, dan dievaluasi. Tujuan perawatan terencana adalah mencegah terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan dan mengembalikannya pada kondisi standar yang dapat berfungsi normal.

2.     Perawatan tak terencana (Darurat) Perawatan tak terencana bersifat perbaikan terhadap gangguan atau kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Pada umumnya kerusakan yang terjadi pada tingkatan yang berat (tak beroperasi). Jenis perawatan tersebut jelas tidak direncanakan dan tidak pula terjadwal.

Selain untuk menjaga kondisi dalam keadaan prima, tetap berfungsi dan siap dipakai secara optimal, maka perawatan terencana memiliki dampak yang lebih luas yakni dapat (a) memperpanjang usia pemakaian, (b) melancarkan kegiatan laboratorium, (c) mengetahui kerusakan dini, (d) menghindari kerusakan mendadak, (e) mencegah kerusakan fatal, dan (f) menjamin keamanan dan kenyamanan pemakai.

II.         Cara perawatan multimeter sesuai prosedur

Untuk menjaga atau menjamin agar multimeter akurat hasil pengukurannya, aman bagi alat dan pemakai, terhindar dari kerusakan serta berumur panjang, maka hal-hal teknis yang perlu dilakukan adalah :

1.    Jangan menggunakannya ketika casing-nya terbuka.

2.    Jangan digunakan ketika multimeter atau kabel tes (probe) rusak

3.    Pastikan menggunakan fuse yang diijinkan, jangan menghubung singkatkan terminal ujung fuse, jangan menggati fuse sedemikian dan asal multimeter dapat beroperasi tanpa mempertimbangkan keamanannya

4.    Sebelum memulai pengukuran, pastikan bahwa fungsi dan batas ukur multimeter pada keadaan yang cocok, sesuai dengan pengukuran itu

5.    Untuk menjamin keakuratan, periksa dan kalibrasilah multimeter itu skurang-kurangnya sekali dalam setahun

6.    Letakkan batas ukur (selector) pada posisi OFF atau Volt-AC tertinggi ketika multimeter selesai digunakan.

7.    Ketika mengukur besaran yang sama sekali belum dapat diperkirakan besarnya, mulailah dengan batas ukur yang tertinggi, setelah pembacaan yang pertama, batas ukur dapat dipindah ke yang lebih kecil untuk mendapatkan pembacaan nilai besaran yang akurat.

III.       Cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur

1.    Penyimpanan untuk mulmeter analog dan digital selalu harus diyakinkan dimulai dengan mematikan saklar pemilih atau mengatur saklar pemilih ke posisi V * 1000 ( jika posisi off tidak tersedia ).

2.    Semua kabel probe harus dilipat dengan baik dan ditempatkan pada posisinya ( jika casingnya menyediakan ruang untuk itu). Pastikan juga buku petunjuk/manual selalu diletakkan didalam kotak penyimpanannya.

3.    Tidak dianjurkan untuk menyimpan alat uji pada ruangan dengan keadaan ekstrim suhu (panas atau dingin ), kelembaban yang berlebihan

4.    Tidak dianjurkan untuk menyimpan alat uji pada daerah yang terlalu banyak medan magnet maupun listrik statis.

5.    Upayakan juga menghindari getaran yang terlalu banyak dan terus menerus.




Input pada PLC bisa berupa alat untuk mengoperasikan sistem (saklar, tombol) dan sensor. Output pada PLC adalah sistem yang dikontrol, bisa berupa aktuator (motor, kontaktor), lampu dan sebagainya.








by: Instruktur Listrik BPVP Sorong 









Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1




BAHAN SLIDE

Urutan slide 1. PENDAHULUAN Salam pembukaan yang hangat 2. KESIAPAN KELAS cek kesehatan audience 3. BERKENALAN mari berkenalan b...