Rabu, 05 Juni 2024

LEMBAR INFORMASI 031 PERSIAPAN INSPEKSI HASIL LAS

 



LEMBAR INFORMASI

MATERI

: PENGELASAN SMAW 3G                                                              

INSTRUKTUR

: RAHADIAN RESTU W. PUTRO, S.T

I.        Pengertian

 Inspeksi visual adalah metode pengujian yang tidak merusak benda hasil atau uji menggunakan mata atau secara visual (bisa dilihat).

Pengujian hasil pengelasan terdapat urutan pengujian mulai dari yang paling mudah hingga tersulit maupun termahal. Tahapan pengujian hasil pengelasan antara lain:

1.      NDT (Non Destruktif Test)

NDT adalah proses inspeksi hasil pengelasan dengan menggunakan alat bantu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hasil pengelasan tanpa merusak hasil pengelasan.

NDT antara lain:

·        VT (Visual Test)

·        PT (Penetrant Test)

·        MT (Magnetic Test)

·        UT (Ultrasonic Test)

·        ET (Elektromagnetik Test)

·        RT (Radiography Test)

2.      DT (Destruktif Test)

DT adalah proses inspeksi hasil pengelasan dengan menguji hasil pengelasan dengan merusak hasil pengelasan agar mengetahui kekuatan hasil pengelasan.

DT antara lain:

·        Uji Tekuk

·        Uji Tarik

·        Uji Tekan

·        Uji Kekerasan

Cacat las atau welding defect adalah hasil pengelasan yang kurang sempurna karena terdapat faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian hasil las yang ditetapkan sesuai standar         ASME, ASTM, AWS, API, ISO dan lain-lain.


I.        Jenis – jenis cacat las terjadi pada pengelasan SMAW/MMA

Jenis-jenis cacat las antara lain:

a.      Spatter

gambar. Spatter las

Penyebab:

-        ampere tinggi

-        Polaritas salah

-        Arc length terlalu jauh

-        Elektroda lembab

a.      Overlap


gambar. Overlap 

Penyebab:

-        Ampere rendah

-        Travel speed las lambat

 

 

 

b.     Underfill


gambar. cacat Underfill

Penyebab: gagalnya pengisian atau pengisian kurang

 

c.      Undercut

gambar. cacat undercut

Penyebab: ampere terlalu tinggi & Sudut elektroda salah

 



 

d.     Porosity


gambar. cacat porosity

Penyebab: gas pelindung kurang baik

Elektroda dan material kotor

e.      Slag inclusion


gambar. cacat slag inclusion

Penyebab :

-        Pembersihan terak kurang bersih

-        Ampere rendah

 

f.       Incomplete Fusion


Penyebab:

-        Bevel kampuh terlalu sempit

-        Travel speed terlalu tinggi

-        Keterampilan tangan welder kurang

 

g.      Incomplete Root Penetration


gambar. Incomplete Root penetration

Penyebab:

-        Ampere terlalu rendah

-        Busur las terlalu jauh

-        Root gap sempit

-        Root face tipis

 

h.     Excessive penetration


gambar. Excessive reinforcement

Penyebab:

-        Travel speed terlalu lambat

-        Kesalahan teknik pengelasan

 

i.       Cracking

 

 

gambar. cacat crack

Penyebab:

-        Pendinginan material terlalu cepat

-        Pemilihan elektroda yang salah

 

Kesimpulan:

 Sebagai welder harus tahu macam-macam cacat las, sebagai bahan referensi saat dilakukan inspeksi hasil las


Soal  Evaluasi  Tertulis

Nama Program Pelatihan

:

Plate Welder SMAW 3G

Bidang Kompetisi

:

Welding

Kode Unit Kompetensi

:

C.25LAS01.0026.01

Elemen Kompetensi

:

1.    Melakukan persiapan inspeksi sesuai prosedur

Judul Unit Kompetensi

:

Melakukan inspeksi visual pengelasan

Kriteria Unjuk Kerja

:

1. 15 Jenis-jenis cacat diidentifikasi

Nama Peserta Pelatihan

:

 

Durasi

:

5 Menit

 

Petunjuk Umum

·        Bacalah setiap materi tes dengan cermat dan teliti.

·        Jawab pada lembar jawaban/kertas yang telah tersedia.

·        Evaluasi bersifat close book

 

Menjodohkan

Lengkapilah kalimat dibawah ini dengan memilih salah satu pilihan kata yang tersedia.

 

1.     Uji pengelasan yang menggunakan kejelian mata dalam mengidentifikasi hasil las disebut……

2.     Cacat hasil pengelasan yang berbentuk bulir-bulir percikan bunga api las disebut ……

a.     Spatter

b.     Uji Visual

c.      Cacat las

 

Benar – Salah

Berikan tanda silang pada huruf B jika pernyataan dibawah ini benar dan huruf S jika pernyataan salah.

 

1.      

B

S

Cacat las crack yang terjadi karena adanya keretakan pada hasil las.

2.      

B

S

Munculnya pori-pori (lubang) pada hasil las disebut cacat las CRACK.

 

Pilihan Ganda

Jawablah pertanyaan/pernyataan dibawah ini dengan memilih jawaban yang tepat sesuai opsi yang tersedia.

 

 

 

1.     Panca indra utama dalam proses inspeksi visual hasil las adalah :

 

a.

Telinga

c.

Mata

 

b.

Lidah

d.

Semua Benar

 

2.     Dibawah ini merupakan salah satu jenis cacat las, kecuali :

 

a.

Porosity

c.

Crack

 

b.

Terak

d.

Undercut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunci  Jawaban

Soal Evaluasi Tertulis

 

Menjodohkan

No.

Kunci Jawaban

1

B

2

A

 

Benar - Salah

No.

Kunci Jawaban

1.

B

2.

S

 

Pilihan Ganda

No.

Kunci Jawaban

1.

C

2.

B

 

 


Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1



Session Plan dengan judul " kawat las"

 

      KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN RI

       DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIVITAS

      BALAI PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIVITAS SORONG

      Jalan Basuki Rahmat KM. 9.5, Kota Sorong, Papua Barat



RENCANA SESI PEMBELAJARAN

RANAH  PENGETAHUAN

SESSION PLAN


Nama Program Pelatihan

:

Plat Welder SMAW

Bidang Kompetensi

:

Welding

Kode Unit Kompetensi

:

C.25LAS01.026.01

Penyanyian Ke

:

1 (Satu)

Judul Unit Kompetensi

:

Memperbaiki Hasil Pengelasan

Waktu

:

25 Menit

Elemen Kompetensi

:

2.     Melaksanakan Prosedur Perbaikan

Kriteria Unjuk Kerja

:

2.3 Bahan tambah/pengisi (consumable) diidentifikasi.

J U D U L

KAWAT  LAS

Tujuan Pembelajaran:

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta dapat:

1.     Menjelaskan kawat las sebagai bahan tambah/pengisi (consumable).

2.     Mengidentifikasi bahan tambah/pengisi (consumable).

Metode Mengajar

 

1.   Ceramah

2.   Tanya Jawab

Media Pembelajaran (Media, Alat, Bahan)

Media :

1.   Slide Presentasi PTT

 

Alat :

1.    LCD Proyektor

2.    Laptop

3.    Pointer

4.    Flip Chart/Papan Tulis

5.    Spidol

 

Bahan :

1.    Elektroda E6013

2.    Handout Lembar Informasi

3.    Soal Evaluasi

Persiapan

1.   Ruang kelas

2.   Media pembelajaran

3.   Mental dan fisik

I.  Pendahuluan

1.    Perkenalan diri,

2.    Pengkondisian dan pengecekan kehadiran peserta,

3.    Apersepsi,

4.    Menyampaikan judul sesi pembelajaran,

5.    Menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran,

6.    Menyampaikan Safety Induction,

7.    Menyampaikan Roadmap pelatihan,

WAKTU (Menit)

Time

 

5 Menit



I.   Penyajian

Sub Judul

Uraian  Kegiatan

Media Pembelajaran (Media, Alat, Bahan)

Perkiraan Waktu

1. Kawat las sebagai bahan tambah/pengisi (consumable).

1.1    Instruktur menjelaskan pengertian kawat las.

1.2    Instruktur menjelaskan fungsi utama kawat las.

1.3    Instruktur memberi kesempatan tanya-jawab dengan peserta pelatihan.

Slide ke …

LCD Proyektor

Laptop

Pointer

Papan Tulis

Spidol

3 Menit

2. Identifikasi bahan tambah/pengisi (consumable) .

2.1.  Instruktur menjelaskan jenis – jenis kawat las.

2.2.  Instruktur menjelaskan kode kawat las.

2.3.  Instruktur memberi kesempatan tanya-jawab dengan peserta pelatihan.

Slide ke …

LCD Proyektor

Laptop

Pointer

Papan Tulis

Spidol

2 Menit

Kesimpulan

Instruktur menyimpulkan mengenai:

§ Kawat las sebagai bahan tambah/pengisi (consumable).

§ Mengindentifikasi bahan tambah/pengisi (consumable).

Slide ke…

2 Menit

II.    Aplikasi

Instruktur memberi pertanyaan kepada peserta dan memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab soal berikut:

1.    Sebutkan pengertian kawat las?

2.    Sebutkan 3 fungsi utama kawat las?

3.    Sebutkan jenis-jenis kawat las?

4.    Sebutkan arti kode E6013?

Slide ke…

4 Menit

III.  Evaluasi

Instruktur membagikan lembar evaluasi yang harus diisi oleh peserta dan mengumpulkannya kembali.

Lembaran soal

5 Menit

Tugas Tambahan

§  Buatlah rangkuman dari berbagai sumber mengenai “Kawat Las

Ditayangkan pada LCD Projector

1 Menit

Pemberesan Kelas

§  Merapikan ruangan

§  Merapikan media pembelajaran

§  Membereskan dan membersihkan sisa bahan pembelajaran.

§  Menghapus papan tulis.

 

2 Menit

Ending

§  Ucapan terima kasih dan salam penutup.

Slide Penutup

1 Menit



Jakarta, 10 juni 2024
instruktur


(..............................)


Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1



Selasa, 04 Juni 2024

Materi Pengukuran listrik

 

PENGUKURAN

Menghubungkan rangkaian listrik yang tepat untuk memperoleh hasil pengukuran sesuai spesifikasi

Pengukuran adalah pembandingan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis dan salah satu besarannya dianggap sebagai standar.

I.     Peralatan pada pengukuran kelistrikan sesuai dengan spesifikasi

A.   Pengukuran adalah pembandingan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis dan salah satu besarannya dianggap sebagai standar.

B.   Alat ukur listrik adalah peralatan pengukuran dari besaran-besaran listrik. Berikut peralatan pengukuran sesuai spesifikasinya:

1.     Tahanan adalah Ohmmeter

2.     Tegangan adalah Voltmeter

3.     Arus listrik adalah Amperemeter

4.     Daya Listrik adalah Wattmeter

C.   AVOmeter adalah salah satu alat ukur listrik yang berfungsi untuk mengukur nilai tahanan, tegangan, dan arus pada suatu komponen/sumber/beban. Berdasarkan bentuknya, AVOmeter terbagi menjadi 2, yaitu: AVOmeter Digital dan AVOmeter Anlog.

II.   Fungsi dan bagian-bagian pada AVOmeter analog sesuai dengan spesifikasi

Fungsi dan bagian-bagian pada AVOmeter Analog:

1.    Papan Skala berfungsi sebagai papan nilai yang dihasilkan dari pengukuran yang ditunjuk oleh jarum penunjuk

2.    Jarum Penunjuk berfungsi sebagai penunjuk hasil pengukuran

3.    Zero Adjust Screw berfungsi untuk mengatur jarum pada posisi “0” pada saat Penyetelan sebelum melakukan pengukuran tegangan dan arus listrik

4.    Zero Adjust Knob berfungsi untuk mengatur “0” Ohm pada saat Penyetelan sebelum melakukan pengukuran tahanan

5.    Selector Switch berfungsi sebagai saklar pemilih besaran dan range pengukuran yang akan diukur

6.    Terminal Probe berfungsi sebagai lubang penghubung probe

7.    Probe berfungsi sebagai kabel pengubung antara objek yang diukur dengan AVOmeter

III. Cara Penyetelan pada AVOmeter analog sesuai dengan spesifikasi

A.   Penyetelan titik “0” AVOmeter pada pengukuran tegangan dan arus listrik

1.    Posisikan AVOmeter sesuai dengan SOP

2.    Pilih Selector Switch pada posisi ACV/DCV/mA

3.    Lihat jarum penunjuk apakah sudah menunjuk angka “0”. Jika belum, maka putar Zero Adjust Screw menggunakan Obeng (-) secara perlahan-lahan sehingga jarum penunjuk menunjuk angka “0”

4.    Jika jarum penunjuk sudah menunjuk angka “0” maka AVOmeter siap digunakan untuk pengukuran ACV/DCV/mA

B.   Penyetelan titik “0” AVOmeter pada pengukuran Tahanan

1.     Posisikan AVOmeter sesuai dengan SOP

2.     Pilih Selector Switch pada posisi Ohm (X1, X10, X100, X1K)

3.     Pasang kabel Probe pada Terminal Probe sesuai dengan warnanya

4.     Hubung singkatkan kedua ujung Probe antara Probe merah dan hitam

5.     Jarum penunjuk akan bergerak menuju angka “0” Ohm. Jika belum menunjuk angka “0” putar Zero Adjust Knob ke kanan/kiri hingga jarum penunjuk menunjuk angka “0”

6.     Jika jarum penunjuk sudah menunjuk angka “0”, maka AVOmeter siap digunakan untuk mengukur tahanan.










Pengukuran Hambatan :

1.    Penyetelan alat (dengan memutar sakelar selektor pada posisi Ω dan menempelkan ujung probe merah dan hitam, kemudian memposisikan jarum penunjuk tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan tombol pengatur nol ohm.)

2.    Pastikan komponen/beban yang akan diukur dalam kondisi tidak bertegangan

3.    Posisikan sakelar selektor pada posisi Ω pada range nilai yang paling besar

4.    Pasang probe pada AVOmeter pada kedua sisi beban/sumber/komponen yang akan diukur

5.    Baca hasil 


hasil ukur = skala yang ditunjuk jarum X range


1.    Jika sudah selesai, posisikan sakelar selektor pada posisi OFF

 

 

PENYIMPANAN AVOMETER DILAKUKAN SESUAI PROSEDUR OPERASI STANDAR

 

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS:             

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta kompeten:

  1. Menjelaskan jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik dengan benar
  2. Menjelaskan cara perawatan multimeter sesuai prosedur

3.    Menjelaskan cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur

Manfaat Pesdat mengetahui cara perawatan dan penyimpanan multimeter sesuai dengan prosedur operasi standar

 

MEDIA PEMBELAJARAN:

  1. LCD projector
  2. Laptop
  3. Laser pointer
  4. White Board/Papan Tulis
  5. Spidol dan penghapus
  6. Materi PPT
  7. Rencana Sesi
  8. Lembar Informasi
  9. Lembar Evaluasi

ALAT PERAGA:

1.    AVOmeter

METODE MENGAJAR:

  1. Ceramah bergambar
  2. Tanya Jawab

PERSIAPAN:

  1. Persiapan ruang kelas
  2. Persiapan alat peraga
  3. Persiapan bahan

2.    Persiapan mental dan fisik


I.            PENDAHULUAN

URAIAN KEGIATAN

WAKTU

(Menit)

  1. Memperkenalkan diri
  2. Safety induction
  3. Rules of class
  4. Mengabsen peserta pelatihan
  5. Apersepsi
  6. Memperkenalkan judul pelatihan
  7. Roadmap pelatihan
  8. Menjelaskan tujuan belajar
  9. Menjelaskan manfaat pembelajaran

5



I.            PENYAJIAN

NO

SUBPOKOK BAHASAN/SUBJUDUL

URAIAN

MEDIA PEMBELAJARAN

WAKTU

(Menit)

1.

Menjelaskan jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik dengan benar

1.1  Instruktur menjelaskan jenis – jenis dan tujuan dari perawatan peralatan listrik dengan benar

1.2  Instruktur memberikan umpan balik kepada peserta

1.3  Instruktur memberi kesempatan peserta pelatihan untuk bertanya

   PPT Slide ke-10

   Lembar Informasi

4

 

Kesimpulan

Instruktur menyimpulkan mengenai :

 

 

2     APLIKASI

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

Instruktur memberi pertanyaan kepada peserta, dan memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab soal :

 

 


3       EVALUASI

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.    Instruktur membagikan lembar evaluasi yang harus diisi oleh peserta dan mengumpulkannya kembali.

2.    Instruktur memberikan feedback dari hasil evaluasi

3


TUGAS TAMBAHAN

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.     Buatlah rangkuman cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur.

 

 

PEMBERESAN KELAS

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.     Merapikan peralatan dan media pembelajaran.

2.     Menghapus papan tulis.

3.     Ucapan terima kasih dan salam penutup

 


I.           Jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik

Perawatan adalah suatu upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan peralatan dalam kondisi yang baik dan tetap berfungsi. Karena sifatnya, maka perawatan dibedakan menjadi dua jenis yakni :

1.    Perawatan terencana (Preventif/pencegahan) Jenis perawatan terencana dilaksanakan sesuai dengan rencana yang disertai dengan monitoring dan evaluasi. Dengan demikian jenis perawatan tersebut betul-betul diprogram, diorganisir, dijadwal, dianggarkan, dilaksanakan, dimonitor, dan dievaluasi. Tujuan perawatan terencana adalah mencegah terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan dan mengembalikannya pada kondisi standar yang dapat berfungsi normal.

2.     Perawatan tak terencana (Darurat) Perawatan tak terencana bersifat perbaikan terhadap gangguan atau kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Pada umumnya kerusakan yang terjadi pada tingkatan yang berat (tak beroperasi). Jenis perawatan tersebut jelas tidak direncanakan dan tidak pula terjadwal.

Selain untuk menjaga kondisi dalam keadaan prima, tetap berfungsi dan siap dipakai secara optimal, maka perawatan terencana memiliki dampak yang lebih luas yakni dapat (a) memperpanjang usia pemakaian, (b) melancarkan kegiatan laboratorium, (c) mengetahui kerusakan dini, (d) menghindari kerusakan mendadak, (e) mencegah kerusakan fatal, dan (f) menjamin keamanan dan kenyamanan pemakai.

II.         Cara perawatan multimeter sesuai prosedur

Untuk menjaga atau menjamin agar multimeter akurat hasil pengukurannya, aman bagi alat dan pemakai, terhindar dari kerusakan serta berumur panjang, maka hal-hal teknis yang perlu dilakukan adalah :

1.    Jangan menggunakannya ketika casing-nya terbuka.

2.    Jangan digunakan ketika multimeter atau kabel tes (probe) rusak

3.    Pastikan menggunakan fuse yang diijinkan, jangan menghubung singkatkan terminal ujung fuse, jangan menggati fuse sedemikian dan asal multimeter dapat beroperasi tanpa mempertimbangkan keamanannya

4.    Sebelum memulai pengukuran, pastikan bahwa fungsi dan batas ukur multimeter pada keadaan yang cocok, sesuai dengan pengukuran itu

5.    Untuk menjamin keakuratan, periksa dan kalibrasilah multimeter itu skurang-kurangnya sekali dalam setahun

6.    Letakkan batas ukur (selector) pada posisi OFF atau Volt-AC tertinggi ketika multimeter selesai digunakan.

7.    Ketika mengukur besaran yang sama sekali belum dapat diperkirakan besarnya, mulailah dengan batas ukur yang tertinggi, setelah pembacaan yang pertama, batas ukur dapat dipindah ke yang lebih kecil untuk mendapatkan pembacaan nilai besaran yang akurat.

III.       Cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur

1.    Penyimpanan untuk mulmeter analog dan digital selalu harus diyakinkan dimulai dengan mematikan saklar pemilih atau mengatur saklar pemilih ke posisi V * 1000 ( jika posisi off tidak tersedia ).

2.    Semua kabel probe harus dilipat dengan baik dan ditempatkan pada posisinya ( jika casingnya menyediakan ruang untuk itu). Pastikan juga buku petunjuk/manual selalu diletakkan didalam kotak penyimpanannya.

3.    Tidak dianjurkan untuk menyimpan alat uji pada ruangan dengan keadaan ekstrim suhu (panas atau dingin ), kelembaban yang berlebihan

4.    Tidak dianjurkan untuk menyimpan alat uji pada daerah yang terlalu banyak medan magnet maupun listrik statis.

5.    Upayakan juga menghindari getaran yang terlalu banyak dan terus menerus.




Input pada PLC bisa berupa alat untuk mengoperasikan sistem (saklar, tombol) dan sensor. Output pada PLC adalah sistem yang dikontrol, bisa berupa aktuator (motor, kontaktor), lampu dan sebagainya.








by: Instruktur Listrik BPVP Sorong 









Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1




Selasa, 19 Desember 2023

Pengenalan Elektroda Las: Fungsi dan Jenis-Jenisnya

 Pengelasan adalah proses penggabungan logam dengan menggunakan panas untuk menciptakan sambungan permanen. Elektroda las memegang peran kunci dalam proses ini. Artikel ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang fungsi dan jenis-jenis elektroda las yang umum digunakan.



Fungsi Elektroda Las

Elektroda las adalah batang logam yang melebur selama proses pengelasan, memberikan material tambahan yang diperlukan untuk menyatukan dua bahan kerja. Beberapa fungsi utama elektroda las melibatkan:

  1. Pengantar Arus Listrik: Elektroda membawa arus listrik ke tempat kerja, menciptakan panas yang diperlukan untuk melelehkan logam.

  2. Penyambungan Material: Elektroda las membantu menyatukan material logam dengan menyediakan lapisan logam tambahan.

  3. Pemberian Lapisan Pelindung: Beberapa elektroda dilapisi dengan bahan yang melindungi sambungan las dari oksidasi dan kontaminasi atmosfer.

Jenis-Jenis Elektroda Las

  1. Elektroda Berlapis (Coated Electrodes): Elektroda ini memiliki lapisan pelindung yang membantu mencegah oksidasi dan memperbaiki sifat-sifat las.

  2. Elektroda Tidak Berlapis (Uncoated Electrodes): Biasanya digunakan dalam pengelasan terendam dan memiliki karakteristik khusus tergantung pada jenis logam yang digunakan.

  3. Elektroda Tungsten (Tungsten Electrodes): Digunakan dalam pengelasan tig (tungsten inert gas) dan cocok untuk pengelasan logam non-ferrous seperti aluminium.



  4. Elektroda Khusus (Specialized Electrodes): Dirancang untuk aplikasi tertentu, seperti pengelasan baja tahan karat atau logam khusus lainnya.

  5. Elektroda Karbon (Carbon Electrodes): Digunakan dalam pengelasan karbon atau baja rendah.

  6. Elektroda Seluruhnya (Consumable Electrodes): Sepenuhnya meleleh selama pengelasan, memberikan logam tambahan ke sambungan.

Kesimpulan

Penggunaan elektroda las yang tepat adalah kunci untuk mencapai hasil pengelasan yang berkualitas. Dengan memahami fungsi dan jenis-jenis elektroda, para pengrajin dapat membuat pilihan yang bijak sesuai dengan kebutuhan proyek pengelasan mereka.


Jika ingin lebih memahami pengelasan lebih mudah maka anda bisa mempelajari melalui kanal youtube kami.


https://www.youtube.com/channel/UCr9lqkSMAlCydG_YcR2cwfA


Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1


Kamis, 03 Desember 2020

Teori membuat sambungan las Fillet

 Teknik pengelasan SMAW pada sambungan Fillet

Alat pelindung diri (APD) pada proses pengelasan

Secara umum ada beberapa resiko kalau bekerja sebagai seorang welder baik dilapangan maupun di workshop, yaitu :

a. Kejutan listrik ( electric shock )

b. Sinar las (Ultraviolet)

c. Debu dan asap las

d. Luka bakar dan kebakaran


peralatan APD pengelasan

Cara Mengidentifikasi Gambar Teknis

Beberapa hal yang harus dipahami oleh seorang welder untuk bisa mengidentifikasi gambar teknis, yaitu :

a. Macam-macam garis

tipe garis

b. Bentuk sambungan las


jenis sambungan las kampuh

c. Simbol las


bentuk simbol las

Cara Mengidentifikasi Welding Procedure Spesification (WPS)

Variabel yang terdapat dalam WPS terbagi dalam tiga bagian yaitu Essential Variable, Supplement Essensial Variable dan Non Essensial Variable Anda dapat melihatnnya di ASME Section IX (9) QW-250-265

a.  Essensial Variabel

  Jenis variabel atau parameter pengelasan yang wajib dilakukan saat pembuatan sebuah WPS, karena  jika variabel ini dirubah akan membuat sifat mekaniknya juga berubah oleh karena itu harus dilakukan     kualifikasi     ulang      jika      variabel      ini      dirubah.   Contoh Essensial Variable : P Number, F Number, A Number, Thickness atau ketebalan material, Proses pengelasan, PWHT.

b.  Supplement Essensial Variable

Merupakan variabel yang akan mempengaruhi hasil sambungan las jika dilakukan pengujian impact. Jadi variabel ini akan menjadi essential jika dalam pengujiannya dilakukan uji impact  dan  menjadi  non  essential  jika  tidak  dilakukan  uji  impact.  Contoh Supplement Essensial Variable : Group Number, Filler metal classification.

c.  Non Essensial Variabel

Jenis variabel yang tidak mempengaruhi sifat mekanik dari sambungan lasan.Jadi variabel ini dirubah maka tidak perlu melakukan kualifikasi ulang atau membuat WPS baru. Contoh Non Essensial Variable : Tipe sambungan las atau bentuk groove, Backing, Lebar gap (root spacing), posisi pengelasan.

contoh WPS

Cara Memastikan Kesiapan Mesin Las Sesuai WPS

Mesin dan Peralatan Las SMAW

Las busur nyala listrik terlindung (SMAW), kadang-kadang disebut ”stick welding,” dan pada umumnya disebut dengan las busur listrik. Peralatan las busur nyala listrik terlindung pada umumnya digunakan di bengkel, konstruksi, saluran pemipaan, pabrik, dan institusi pelatihan. Sumber arus mesin las busur listrik dapat berupa arus bolak-balik (AC) maupun arus searah (DC)

instalasi mesin las SMAW

a. Mesin Las SMAW

        Mesin las busur metal manual berdasarkan arus listrik dibagi dalam 2 (dua) macam yaitu ;

  1. Mesin las arus bolak balik ( AC/alternating current )
  2. Mesin las arus searah ( DC/direct current
  3. Mesin las AC/DC

mesin las AC-DC

b. Kabel

        Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dengan karet isolasi. Yang disebut       kabel las ada tiga macam, yaitu :

  1. Kabel elektroda , yaitu kabel yang menghubungkan pesawat las dengan elektroda.
  2. Kabel masa, yaitu yang menghubungkan pesawat las dengan benda kerja.
  3. Kabel tenaga, yaitu kabel yang menghubungkan sumber tenaga atau jaringan lisrtik dengan pesawat las.
kabel dan skun

c. Pemegang Elektroda dan Klem Arde

Ujung yang berselaput dari elektroda dijepit dengan pemegang elektroda.Ini terdiri dari mulut penjepit dan pemegang yang dibungkus oleh bahan penyekat (biasanya dari embonit) sedang Klem Massa adalah alat untuk menghubungkan kabel masa ke benda kerja.Terbuat dari bahan yang menghantar dengan baik (tembaga).Klem Arde dilengkapi dengan pegas yang kuat, yang dapat menjepit benda kerja dengan baik.Tempat yang dijepit harus bersih dari kotoran (karet, cat, minyak dan sebagainya

tang las dan arde


Cara Memastikan Kesiapan Peralatan Bantu Sesuai Prosedur

a. Palu Terak

palu terak

b. Sikat Baja

sikat baja

c. Palu Konde

d. Pahat Besi

e. Kikir

kikir

f. Tang Panas

tang panas

g. Oven Elektroda

oven elektroda

h. Gerinda Tangan

gerinda tangan

i. Mesin Las dan Jig

set meja las

j. Set Alat Ukur 

alat ukur pengelasan

Cara Memastikan Kesiapan Material Induk Sesuai WPS

Langkah-langkah persiapan material pengelasan terdiri dari :

a. Siapkan material pelat besi, kemudian atur benda kerja pada posisi 1F, 2F, 3F atau 4F. Seperti salah satu gambar dibawah ini: 

Gambar posisi sambungan Fillet pengelasan 1F, 2F, 3F dan 4F

b. Kegiatan penggerindaan untuk membersihkan benda kerja dari kotoran, korosi, bekas pemotongan dgn flame cutting dan lain-lain.

c.     Pastikan kesikuan pada sambungan fillet tersebut

d. Mempersiapkan Jig untuk melakukan tack weld pada benda kerja

e.     Lakukan setting mesin las sesuai parameter persiapan kerja dan parameter mesin las pada WPS atau prosedur pengelasan

f.     Lakukan pengelasan pada sambungan tersebut

Posisi pengelasan fillet

Cara Memastikan Kesiapan Bahan Tambah ( comsumable ) Sesuai WPS

Bahan Tambah (Consumable)  SMAW

a. Fungsi Elektroda

Elektroda secara umum mempunyai fungsi :

Inti elektroda :

- Sebagai penghantar arus listrik dari tang elektroda ke busur yang terbentuk, setelah bersentuhan dengan benda kerja.

- Sebagai bahan tambah.

Salutan elektroda :

- Untuk memberikan gas pelindung pada logam yang dilas, melindungi kontaminasi udara pada waktu logam dalam keadaan cair.

- Membentuk lapisan terak, yang melapisi hasil pengelasan dari oksidasi udara selama proses pendinginan.

- Mencegah proses pendinginan agar tidak terlalu cepat.

- Memudahkan penyalaan.

- Mengontrol stabilitas busur.

b. Ukuran Elektroda

Elektroda diproduksi dengan standar ukuran panjang dan diameter. Diameter elektroda diukur pada kawat intinya. Ukuran diameter elektroda secara umum berkisar antara 1,5 sampai dengan 7 mm, panjang antara 250 – 450 mm serta dengan tebal salutan antara 10% - 50% dari diameter elektroda.

ukuran standar elektroda

c. Kode dan Penggunaan Elektroda

Menurut American Welding Society ( AWS ) kode elektroda dinyatakan dengan E diikuti dengan 4 atau lima digit yang artinya adalah sebagai berikut :

E = elektroda

Dua atau tiga digit pertama :menunjukkan nilai kekuatan tarik ( tensile strength ) minimum x 1000 psi pada hasil pengelasan yang diperkenankan. 

Digit ke tiga  atau empat : menunjukkan tentang posisi pengelasan yang artinya sbb :

1 = elektroda dapat digunakan untuk semua posisi ( E xx1x )

2 = elektroda dapat digunakan untuk posisi di bawah tangan ( flat ) dan mendatar pada sambungan sudut/ fillet ( E xx2x )

3 = hanya untuk posisi di bawah tangan saja ( E xx3x )

4 = untuk semua posisi kecuali arah turun ( E .xx4x )

Digit terakhir ( ke empat/ lima ) menunjukkan tentang jenis arus dan tipe salutan.

Digit ( angka ) tersebut mulai dari 0 s.d. 8 yang menunjukkan tipe arus dan pengkutuban ( polarity ) yang digunakan, di mana ada empat pengelompokan yang dapat menunjukkan tipe arus untuk tiap tipe elektroda, yaitu :

Elektroda dengan digit terakhirnya 0 dan 5 dapat digunakan hanya untuk tipe arus DCRP.

Elektroda dengan digit terakhirnya 2 dan 7 dapat digunakan untuk arus AC atau DCSP.

Elektroda dengan digit terakhirnya 3 dan 4 dapat digunakan untuk arus AC atau DC ( DCRP dan DCSP ).

Elektroda dengan digit terakhirnya 1, 6 dan 8 dapat digunakan untuk arus AC atau DCRP.

Khusus untuk tipe salutan ( flux ) elektroda, secara umum adalah sebagai berikut :

0 dan 1 = tipe salutannya adalah : celluloce ( E xxx0 atau E xxx1 )

2, 3 dan 4 = tipe salutannya adalah : rutile ( E xxx2, E xxx3 atau E xxx4 )

5, 6 dan 8 = tipe salutannya adalah : basic/ base (E xxx5, E xxx6 atau     E xxx8 )

7 = tipe salutannya adalah : oksida besi (E xxx7).

d. Penyimpanan Elektroda

Agar elektroda bertahan lama sebelum digunakan, maka elektroda perlu disimpan secara baik dan benar. Oleh sebab itu perlu diperhatihan hal-hal berikut dalam menyimpan elektroda :

- Simpan elektroda pada tempat yang kering dengan kemasan yang masih tertutup rapi ( kemasan tidak rusak ).

- Jangan disimpan langsung pada lantai. Beri alas sehingga ada jarak dari lantai

- Yakinkan, bahwa udara dapat  bersikulasi  di  bawah tempat  penyimpanan  ( rak ).

- Hindarkan dari benda-benda lain yang memungkinkan terjadinya kelembaban.

- Temperatur ruangan penyimpanan sebaiknya sekitar 5o C diatas temperatur rata-rata udara luar.

- Bila elektroda tidak dapat disimpan pada tempat yang memenuhi syarat, maka sebaiknya beri bahan pengikat kelembaban, seperti silica gel pada tempat penyimpanan tersebut.

penyimpanan  elektroda


Cara Memastikan Kesiapan Permukaan bidang lasan bebas kotoran dan karat

Yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan pengelasan :

a. Periksa kebersihan sambungan dari kotoran seperti karat, debu, minyak, cat, oli, dll harus dibersihkan jika ada

b. Periksa penyetelan (fit-up) sambungan (kelurusan/miss aligment, sudut alur las/groove angle, root opening dan root face), apakah sesuai gambar standard.

c. Periksa las ikat/tack weld apakah ada retak las/crack, hilangkan/gerinda jika ada.

d. Periksa apakah disyaratkan pemanasan awal/preheat, lakukan sesuai temperature yang diminta WPS. Gunakan kapur pengukur panas (tempil stick), thermomelt) untuk mengetahui apakah panasnya sudah tercapai.

e. Periksa/lihat ukuran las (leg size ketinggian las) yang diminta pada gambar.

Cara Melakukan Setting parameter las pada mesin las sesuai WPS

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penentuan parameter pengelasan, yaitu :

Diameter elektroda yang dipakai.

Jenis material yang akan dilas.

Tebal benda kerja yang akan dilas.

Posisi pengelasan.

- Kecepatan pengelasan.

Cara Melakukan Tack welding (las cantum) sesuai prosedur

Fit-up (penyetelan) adalah kegiatan dimana menyiapkan / merangkai dan menyambung bagian-bagian yang akan mengalami proses pengerjaan pengelasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat penyetelan  /  Fit-up adalah :

a. Jarak antara sambungan

b. Tebal/besarnya root face, sudut alur las/bevel (groove angle)

c. Identifikasi material

d. Kebersihan permukaan sambungan

e. Tack weld / las ikat

f. WPS

g. Cara pengikatan (bridging)

h.  Penguat (temporary holding bor)

Ket : Materi diambil disini berdasarkan SKKNI tentang pengelasan



Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1



BAHAN SLIDE

Urutan slide 1. PENDAHULUAN Salam pembukaan yang hangat 2. KESIAPAN KELAS cek kesehatan audience 3. BERKENALAN mari berkenalan b...