Rabu, 05 Juni 2024

MATERI METODOLOGI LAS C24.LAS01.029 PENGELASAN GROOVE

MATERI BAHAN AJAR UNIT KOMPETENSI C24.LAS01.029

"PENGELASAN GROOVE"


1. SESION PLAN

RENCANA SESI/SESSION PLAN

NAMA PELATIHAN

Name of training

:

Pengelasan Root SMAW 1G/PA

 

KEJURUAN/

Department

:

Teknik Las

UNIT KOMPETENSI (KODE)

Competency Unit (Code)

 

:

 

 

C.24LAS01.029.1

 

PENYAJIAN

Presentation

:

Ke-1

 

WAKTU (Time)

:

30 Menit

 

HALAMAN

Pages

:

1 dari 3

J U D U L

Pengelasan Root Posisi 1G SMAW

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS:

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta kompeten:

1.     Menjelaskan peralatan dan mesin yang dipakai untuk melakukan pengelasan

2.     Menjelaskan persiapan kerja pengelasan root

3.     Menjelaskan langkah kerja pengelasan root

 

MEDIA PEMBELAJARAN

 

1.   Slide Presentasi

2.   Media Player

3.   Lembar informasi

ALAT PERAGA

 

1.   LCD projector

2.   Laptop

3.   Flip chart/papan tulis

4.   Spidol

METODE MENGAJAR

1.   Ceramah

2.   Tanya Jawab

PERSIAPAN

Preparation

3.   Persiapan ruang kelas

4.   Persiapan alat peraga

5.   Persiapan perangkat lunak aplikasi

6.   Persiapan mental dan fisik

PENDAHULUAN

Preface

1.    Memperkenalkan diri

2.    Mengabsen peserta pelatihan

3.    Menjelaskan safety induction

4.    Apersepsi

5.    Memperkenalkan judul pelatihan (roadmap)

6.    Menjelaskan tujuan belajar

7.    Menjelaskan manfaat pembelajaran

WAKTU (Menit)

Time

 

5

PENYAJIAN

Presentation

 

SUB POKOK BAHASAN

Subject matter

URAIAN / KEGIATAN

Description / activities

ALAT PERAGA

Teaching aid

WAKTU

(MENIT)

Time

 

 

1.    Pengertian proses pengelasan beserta alat pelindung diri (APD)

1.1    Instruktur menjelaskan pengertian pengelasan root

1.2    Instruktur menjelaskan alat pelindung diri (APD) pada proses pengelasan.

Slide 14~ Slide 15

Papan tulis

Spidol

 

3

 

 

2.    Perlengkapan mesin, Jenis sambungan elektroda, dan posisi pengelasan

2.1.  Instruktur menjelaskan perangkat mesin las SMAW/MMA

2.2.  Instruktur menjelaskan polaritas pada mesin las DC

2.3.  Instruktur menjelasakan alat bantu proses pengelasan

2.4.  Instruktur menjelaskan macam-macam sambungan las

2.5.  Instruktur menjelaskan posisi pengelasan

2.6.  Instruktur menjelaskan kode elektroda beserta deskripsi elektroda

2.7.  Instruktur menjelaskan tentang persiapan kampuh las.

2.8.  Instruktur memberi kesempatan peserta pelatihan untuk bertanya.

Slide 16~

Slide 24

Papan tulis

Spidol

 

5

 

 

3.    Langkah kerja

1.1  Instruktur menjelaskan parameter pengelasan

1.2  Instruktur menjelaskan proses tackweld

1.3  Instruktur menjelaskan langkah-langkah pengelasan

1.4  Instruktur memberi kesempatan peserta pelatihan untuk bertanya.

Slide 25~

Slide 30

Papan tulis

Media player

5

 

 

KESIMPULAN

Summary

Instruktur menyimpulkan mengenai:

§   Proses pengelasan harus dikerjakan sesuai prosedur kerja

Slide 32

 

1

 

 

APLIKASI

Aplication

Instruktur melempar pertanyaan kepada siswa, dan memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab soal berikut:

1.     Apa yang dimasksud pengelasan Root?

2.     Sebutkan apa saja parameter pengelasan?

Slide 34

4

 

EVALUASI

Evaluation

Instruktur membagikan lembar evaluasi yang harus diisi oleh peserta dan mengumpulkannya kembali.

Lembaran soal

5

TUGAS TAMBAHAN

Additional jobs

 

§  Buatlah rangkuman dari berbagai sumber mengenai pengelasan Root SMAW 1G/PA

Ditayangkan pada LCD Projector

1

PEMBERESAN KELAS

Ending

§  Merapikan peralatan/media bantu.

§  Menghapus papan tulis.

§  Ucapan terima kasih dan salam penutup

 

1

Jakarta, 12 Juni 2024


Budiman Yunus, S.T

2. LEMBAR INFORMASI

Lembar informasi 

I.        Pengertian

Pengelasan adalah proses menyambung logam menggunakan panas dengan meleburkan daerah sambungan dan bahan tambah. Sedangkan istilah root adalah akar lasan. Pengelasan root adalah proses pengelasan pada sambungan akar lasan. Ada beberapa proses dalam pembuatan sambungan root, yakni proses persiapan sambungan las dan proses pengelasan root. 

1.      APD (Alat pelindung Diri)

Alat pelindung diri merupakan bagian dari prosedur yang wajib dipakai oleh seorang welder. Bahaya proses pengelasan antara lain:

a.      Arus Listrik

b.      Sinar las

c.      Asap Las

d.      Luka bakar

Alat pelindung diri (APD) wajib dipakai pada saat pengelasan

Bisa dilihat pada gambar disamping. Antara lain:

a.      Masker

b.      Sarung tangan las

c.      Apron badan dan apron lengan

d.      Helm las

e.      Sepatu safety

f.       Ear plug

gambar. Peralatan K3 savety pada proses pengelasan

Selain pemahaman alat pelindung diri pada proses pengelasan. Seorang welder juga harus memperhatikan lingkungan kerja dan memahami tanda peringatan/himbauan yang ada disekitar.

2.      Mesin las/Trafo SMAW

Perangkat mesin las, antara lain:

a.      Mesin las SMAW

b.      Holder Las

c.      Klem massa

d.      Kabel Power

 

3.      Polaritas

Mesin las ada 2 jenis arus AC dan DC, pada mesin las DC ada 2 jenis polaritas, yaitu:

a.      Polaritas DC (-)

Direct Current Elektroda Negative (DCEN)

Direct Current Straight Polarity (DCSP)

Pemasangan : Holder dipasang pada kutub (-) negatif mesin las, dan tang massa dipasang pada kutub (+) positif mesin las.

Karakter pengelasan: panas yang diterima oleh benda kerja lebih besar dibanding pada elektroda. 2/3 panas benda kerja dan 1/3 panas di elektroda. Sehingga lebih sesuai untuk pengelasan root atau penembusan.

 

b.      Polaritas DC (+)

Direct Current Elektroda Positive (DCEP)

Direct Current Reverse Polarity (DCRP)

Pemasangan : Holder dipasang pada kutub (+) positif mesin las, dan tang massa dipasang pada kutub (-) negatif mesin las.

Karakter pengelasan: Elektroda menerima panas lebih besar 2/3 panas dan 1/3 panas berada di benda kerja. Sehingga sesuai untuk proses pengisian.

 

4.      Alat Bantu pengelasan

Alat pendukung yang dipakai pada proses pengelasan antara lain:

a.      Palu terak

b.      Tang panas

c.      Sikat baja

d.      Palu Besi

e.      Pahat picak

f.       Meja Las

g.      Mistar siku

h.      Ragum

i.       Gerinda

j.       Kikir

 

5.      Jenis sambungan

Ada 5 Jenis sambungan pada proses pengelasan, yakni:

a.      Butt joint (sambungan tumpul)

b.      Corner Joint (sambungan pojok)

c.      Lap Joint (sambungan tumpang)

d.      Tee joint /Fillet (sambungan sudut)

e.      Edge Joint (sambungan Sisi)

Posisi pengelasan plat dibagi menjadi 5 jenis menurut ASME (American society of Mechanical Engineering) dan ISO (International Standardization Organization), yaitu:

a.      Pengelasan Downhand/bawah tangan 1G (ASME) atau PA (ISO)

b.      Pengelasan Horizontal 2G (ASME) atau PC (ISO)

c.      Pengelasan Vertical 3G Uphill (ASME) atau PF (ISO)

d.      Pengelasan Vertical 3G Downhil (ASME) atau PG (ISO)

e.      Pengelasan Overhead 4G (ASME) atau PE (ISO)

 

6.      Elektroda

Elektroda dikenali malalui sebuah kode yang dimiliki pada elektroda itu sendiri. Lihat gambar berikut.


gambar. tabel elektroda smaw

1.      Sudut Kampuh

Sudut kampuh lihat gambar berikut ini,

 

gambar. sudut kampuh

I.        Langkah kerja Proses Pengelasan

Langkah kerja memastikan kesikuan pada benda lasan, sebagai berikut:

1.      Parameter pengelasan

Parameter pengelasan adalah variabel yang mempengaruhi dalam hasil pengelasan root. Ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan acuan dari para welder. Antara lain:

a.      Jenis Elektroda, jenis elektroda yang dipakai pada saat pengelasan root ialah Elektroda E7016 Ø2.6mm

b.      Arus pengelasan, arus pengelasan proses pengelasan root pada elektroda Ø2.6mm berkisar antara 50A-70Ampere.

c.      Polaritas pengelasan, polaritas pengelasan yang dipakai untuk pengelasan root sebaiknya menggunakan DCEN karena polaritas DCEN cocok untuk penembusan.

d.      Travel speed, kecepatan pengelasan berpengaruh pada hasil pengelasan maka dari itu kecepatan pengelasan berdasarkan arus pengelasan.

2.      Tackweld

Proses tackweld disebut juga dengan las titik atau las cantum. Tackweld merupakan proses persiapan pengelasan. Tack weld harus dilakukan sebaik-baiknya karena bisa merubah dimensi dari kampuh yang akan dilas.




Berikut cara pengelasan tackweld:

-        Bersihkan kampuh benda kerja yang akan dilas.

-        Gunakan Elektroda E7016 untuk melakukan pengelasan Tackweld

-        (lihat pada gambar) titik A adalah titik Start pengelasan root, sedangkan titik B adalah titik akhir pengelasan root. Tackweld pada titik A dan titik B.

-        Pastikan sudut dan kerataan hasil tackweld, jika belum sesuai bisa diperbaiki lagi.

-        Jika sudah sesuai dimensi kampuh, kemudian lakukan pengelasan ulang yang berguna untuk memperkuat tackweld. Lakukan pengelasan dengan lebar 2cm.

1.      Proses pengelasan

Proses pengelasan Root sebagai berikut:

-        Atur benda kerja pada posisi 1G (plat)

-        Setel mesin las DC dengan polaritas DCEN, dengan Arus pengelasan 50A-70A.

-        Menempelkan & menyalakan elektroda dengan menjaga jarak nyala busur.

-        Perhatikan arah pengelasan dan menjaga kestabilan sudut pengelasan

-        Ayun secara teratur dan sesuaikan travel speed. Bersihkan hasil pengelasan

Pada proses start-stop pengelasan dengan cara sebagai berikut:

-        Gerinda pada bagian akhir pengelasan start, sepanjang 10-15mm

-        Lakukan pengelasan start pada 10-15mm sebelum titik sambungan root.

<# Baca Kembali, Sampai Anda Faham #>





3. SOAL DAN TANYA JAWAB


4. SKKNI

Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) Indonesia adalah kumpulan standar yang menggambarkan kompetensi yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu di Indonesia. SKKNI membantu dalam menetapkan standar mutu dan kompetensi tenaga kerja sesuai dengan tuntutan pasar kerja dan kebutuhan industri. Setiap SKKNI biasanya mencakup deskripsi pekerjaan, kompetensi yang diperlukan, kriteria penilaian, serta panduan untuk pengembangan dan sertifikasi kompetensi.

SKKNI dapat membantu dalam berbagai hal, termasuk:

  1. Pengembangan Tenaga Kerja: SKKNI membantu dalam mengidentifikasi keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk suatu pekerjaan sehingga pendidikan dan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.
  2. Sertifikasi Kompetensi: SKKNI membantu dalam menetapkan standar untuk sertifikasi kompetensi, yang dapat membantu tenaga kerja dalam meningkatkan kredibilitas mereka di pasar kerja.
  3. Perencanaan Karir: SKKNI dapat digunakan sebagai panduan bagi individu dalam merencanakan karir mereka dengan mengetahui kompetensi apa yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu.
  4. Penilaian Kinerja: SKKNI dapat digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi kinerja tenaga kerja dan memastikan bahwa mereka memenuhi standar yang ditetapkan.

SKKNI terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan industri dan teknologi, sehingga tetap relevan dengan tuntutan pasar kerja.

Link Daftar SKKNI untuk panduan materi ajar

C24.LAS01.026

C24.LAS01.028

C24.LAS01.029

C24.LAS01.030

C24.LAS01.031

ada di tautan dibawah ini: 

https://shorturl.at/zMzct


5. BUKU INFORMASI DAN BUKU KERJA

Buku informasi adalah buku penyajian materi yang digunakan sebagai media komunikasi dalam proses pelatihan. Sedangkan buku kerja adalah buku petunjuk yang dipakai untuk membantu menuntun proses pelatihan dan digunakan untuk memastikan hasil dari penyajian materi yang sudah disampaikan. Buku informasi dan buku kerja saling terkait pada saat proses pembelajaran. 

materi buku informasi dan buku kerja 

C24.LAS01.026

C24.LAS01.028

C24.LAS01.029

C24.LAS01.030

C24.LAS01.031

bisa di download melalui link dibawah ini:

https://shorturl.at/x9Cdl


Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1


LEMBAR INFORMASI 031 PERSIAPAN INSPEKSI HASIL LAS

 



LEMBAR INFORMASI

MATERI

: PENGELASAN SMAW 3G                                                              

INSTRUKTUR

: RAHADIAN RESTU W. PUTRO, S.T

I.        Pengertian

 Inspeksi visual adalah metode pengujian yang tidak merusak benda hasil atau uji menggunakan mata atau secara visual (bisa dilihat).

Pengujian hasil pengelasan terdapat urutan pengujian mulai dari yang paling mudah hingga tersulit maupun termahal. Tahapan pengujian hasil pengelasan antara lain:

1.      NDT (Non Destruktif Test)

NDT adalah proses inspeksi hasil pengelasan dengan menggunakan alat bantu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hasil pengelasan tanpa merusak hasil pengelasan.

NDT antara lain:

·        VT (Visual Test)

·        PT (Penetrant Test)

·        MT (Magnetic Test)

·        UT (Ultrasonic Test)

·        ET (Elektromagnetik Test)

·        RT (Radiography Test)

2.      DT (Destruktif Test)

DT adalah proses inspeksi hasil pengelasan dengan menguji hasil pengelasan dengan merusak hasil pengelasan agar mengetahui kekuatan hasil pengelasan.

DT antara lain:

·        Uji Tekuk

·        Uji Tarik

·        Uji Tekan

·        Uji Kekerasan

Cacat las atau welding defect adalah hasil pengelasan yang kurang sempurna karena terdapat faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian hasil las yang ditetapkan sesuai standar         ASME, ASTM, AWS, API, ISO dan lain-lain.


I.        Jenis – jenis cacat las terjadi pada pengelasan SMAW/MMA

Jenis-jenis cacat las antara lain:

a.      Spatter

gambar. Spatter las

Penyebab:

-        ampere tinggi

-        Polaritas salah

-        Arc length terlalu jauh

-        Elektroda lembab

a.      Overlap


gambar. Overlap 

Penyebab:

-        Ampere rendah

-        Travel speed las lambat

 

 

 

b.     Underfill


gambar. cacat Underfill

Penyebab: gagalnya pengisian atau pengisian kurang

 

c.      Undercut

gambar. cacat undercut

Penyebab: ampere terlalu tinggi & Sudut elektroda salah

 



 

d.     Porosity


gambar. cacat porosity

Penyebab: gas pelindung kurang baik

Elektroda dan material kotor

e.      Slag inclusion


gambar. cacat slag inclusion

Penyebab :

-        Pembersihan terak kurang bersih

-        Ampere rendah

 

f.       Incomplete Fusion


Penyebab:

-        Bevel kampuh terlalu sempit

-        Travel speed terlalu tinggi

-        Keterampilan tangan welder kurang

 

g.      Incomplete Root Penetration


gambar. Incomplete Root penetration

Penyebab:

-        Ampere terlalu rendah

-        Busur las terlalu jauh

-        Root gap sempit

-        Root face tipis

 

h.     Excessive penetration


gambar. Excessive reinforcement

Penyebab:

-        Travel speed terlalu lambat

-        Kesalahan teknik pengelasan

 

i.       Cracking

 

 

gambar. cacat crack

Penyebab:

-        Pendinginan material terlalu cepat

-        Pemilihan elektroda yang salah

 

Kesimpulan:

 Sebagai welder harus tahu macam-macam cacat las, sebagai bahan referensi saat dilakukan inspeksi hasil las


Soal  Evaluasi  Tertulis

Nama Program Pelatihan

:

Plate Welder SMAW 3G

Bidang Kompetisi

:

Welding

Kode Unit Kompetensi

:

C.25LAS01.0026.01

Elemen Kompetensi

:

1.    Melakukan persiapan inspeksi sesuai prosedur

Judul Unit Kompetensi

:

Melakukan inspeksi visual pengelasan

Kriteria Unjuk Kerja

:

1. 15 Jenis-jenis cacat diidentifikasi

Nama Peserta Pelatihan

:

 

Durasi

:

5 Menit

 

Petunjuk Umum

·        Bacalah setiap materi tes dengan cermat dan teliti.

·        Jawab pada lembar jawaban/kertas yang telah tersedia.

·        Evaluasi bersifat close book

 

Menjodohkan

Lengkapilah kalimat dibawah ini dengan memilih salah satu pilihan kata yang tersedia.

 

1.     Uji pengelasan yang menggunakan kejelian mata dalam mengidentifikasi hasil las disebut……

2.     Cacat hasil pengelasan yang berbentuk bulir-bulir percikan bunga api las disebut ……

a.     Spatter

b.     Uji Visual

c.      Cacat las

 

Benar – Salah

Berikan tanda silang pada huruf B jika pernyataan dibawah ini benar dan huruf S jika pernyataan salah.

 

1.      

B

S

Cacat las crack yang terjadi karena adanya keretakan pada hasil las.

2.      

B

S

Munculnya pori-pori (lubang) pada hasil las disebut cacat las CRACK.

 

Pilihan Ganda

Jawablah pertanyaan/pernyataan dibawah ini dengan memilih jawaban yang tepat sesuai opsi yang tersedia.

 

 

 

1.     Panca indra utama dalam proses inspeksi visual hasil las adalah :

 

a.

Telinga

c.

Mata

 

b.

Lidah

d.

Semua Benar

 

2.     Dibawah ini merupakan salah satu jenis cacat las, kecuali :

 

a.

Porosity

c.

Crack

 

b.

Terak

d.

Undercut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunci  Jawaban

Soal Evaluasi Tertulis

 

Menjodohkan

No.

Kunci Jawaban

1

B

2

A

 

Benar - Salah

No.

Kunci Jawaban

1.

B

2.

S

 

Pilihan Ganda

No.

Kunci Jawaban

1.

C

2.

B

 

 


Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1



Session Plan dengan judul " kawat las"

 

      KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN RI

       DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIVITAS

      BALAI PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIVITAS SORONG

      Jalan Basuki Rahmat KM. 9.5, Kota Sorong, Papua Barat



RENCANA SESI PEMBELAJARAN

RANAH  PENGETAHUAN

SESSION PLAN


Nama Program Pelatihan

:

Plat Welder SMAW

Bidang Kompetensi

:

Welding

Kode Unit Kompetensi

:

C.25LAS01.026.01

Penyanyian Ke

:

1 (Satu)

Judul Unit Kompetensi

:

Memperbaiki Hasil Pengelasan

Waktu

:

25 Menit

Elemen Kompetensi

:

2.     Melaksanakan Prosedur Perbaikan

Kriteria Unjuk Kerja

:

2.3 Bahan tambah/pengisi (consumable) diidentifikasi.

J U D U L

KAWAT  LAS

Tujuan Pembelajaran:

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta dapat:

1.     Menjelaskan kawat las sebagai bahan tambah/pengisi (consumable).

2.     Mengidentifikasi bahan tambah/pengisi (consumable).

Metode Mengajar

 

1.   Ceramah

2.   Tanya Jawab

Media Pembelajaran (Media, Alat, Bahan)

Media :

1.   Slide Presentasi PTT

 

Alat :

1.    LCD Proyektor

2.    Laptop

3.    Pointer

4.    Flip Chart/Papan Tulis

5.    Spidol

 

Bahan :

1.    Elektroda E6013

2.    Handout Lembar Informasi

3.    Soal Evaluasi

Persiapan

1.   Ruang kelas

2.   Media pembelajaran

3.   Mental dan fisik

I.  Pendahuluan

1.    Perkenalan diri,

2.    Pengkondisian dan pengecekan kehadiran peserta,

3.    Apersepsi,

4.    Menyampaikan judul sesi pembelajaran,

5.    Menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran,

6.    Menyampaikan Safety Induction,

7.    Menyampaikan Roadmap pelatihan,

WAKTU (Menit)

Time

 

5 Menit



I.   Penyajian

Sub Judul

Uraian  Kegiatan

Media Pembelajaran (Media, Alat, Bahan)

Perkiraan Waktu

1. Kawat las sebagai bahan tambah/pengisi (consumable).

1.1    Instruktur menjelaskan pengertian kawat las.

1.2    Instruktur menjelaskan fungsi utama kawat las.

1.3    Instruktur memberi kesempatan tanya-jawab dengan peserta pelatihan.

Slide ke …

LCD Proyektor

Laptop

Pointer

Papan Tulis

Spidol

3 Menit

2. Identifikasi bahan tambah/pengisi (consumable) .

2.1.  Instruktur menjelaskan jenis – jenis kawat las.

2.2.  Instruktur menjelaskan kode kawat las.

2.3.  Instruktur memberi kesempatan tanya-jawab dengan peserta pelatihan.

Slide ke …

LCD Proyektor

Laptop

Pointer

Papan Tulis

Spidol

2 Menit

Kesimpulan

Instruktur menyimpulkan mengenai:

§ Kawat las sebagai bahan tambah/pengisi (consumable).

§ Mengindentifikasi bahan tambah/pengisi (consumable).

Slide ke…

2 Menit

II.    Aplikasi

Instruktur memberi pertanyaan kepada peserta dan memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab soal berikut:

1.    Sebutkan pengertian kawat las?

2.    Sebutkan 3 fungsi utama kawat las?

3.    Sebutkan jenis-jenis kawat las?

4.    Sebutkan arti kode E6013?

Slide ke…

4 Menit

III.  Evaluasi

Instruktur membagikan lembar evaluasi yang harus diisi oleh peserta dan mengumpulkannya kembali.

Lembaran soal

5 Menit

Tugas Tambahan

§  Buatlah rangkuman dari berbagai sumber mengenai “Kawat Las”

Ditayangkan pada LCD Projector

1 Menit

Pemberesan Kelas

§  Merapikan ruangan

§  Merapikan media pembelajaran

§  Membereskan dan membersihkan sisa bahan pembelajaran.

§  Menghapus papan tulis.

 

2 Menit

Ending

§  Ucapan terima kasih dan salam penutup.

Slide Penutup

1 Menit



Jakarta, 10 juni 2024
instruktur


(..............................)


Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1



Selasa, 04 Juni 2024

Materi Pengukuran listrik

 

PENGUKURAN

Menghubungkan rangkaian listrik yang tepat untuk memperoleh hasil pengukuran sesuai spesifikasi

Pengukuran adalah pembandingan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis dan salah satu besarannya dianggap sebagai standar.

I.     Peralatan pada pengukuran kelistrikan sesuai dengan spesifikasi

A.   Pengukuran adalah pembandingan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis dan salah satu besarannya dianggap sebagai standar.

B.   Alat ukur listrik adalah peralatan pengukuran dari besaran-besaran listrik. Berikut peralatan pengukuran sesuai spesifikasinya:

1.     Tahanan adalah Ohmmeter

2.     Tegangan adalah Voltmeter

3.     Arus listrik adalah Amperemeter

4.     Daya Listrik adalah Wattmeter

C.   AVOmeter adalah salah satu alat ukur listrik yang berfungsi untuk mengukur nilai tahanan, tegangan, dan arus pada suatu komponen/sumber/beban. Berdasarkan bentuknya, AVOmeter terbagi menjadi 2, yaitu: AVOmeter Digital dan AVOmeter Anlog.

II.   Fungsi dan bagian-bagian pada AVOmeter analog sesuai dengan spesifikasi

Fungsi dan bagian-bagian pada AVOmeter Analog:

1.    Papan Skala berfungsi sebagai papan nilai yang dihasilkan dari pengukuran yang ditunjuk oleh jarum penunjuk

2.    Jarum Penunjuk berfungsi sebagai penunjuk hasil pengukuran

3.    Zero Adjust Screw berfungsi untuk mengatur jarum pada posisi “0” pada saat Penyetelan sebelum melakukan pengukuran tegangan dan arus listrik

4.    Zero Adjust Knob berfungsi untuk mengatur “0” Ohm pada saat Penyetelan sebelum melakukan pengukuran tahanan

5.    Selector Switch berfungsi sebagai saklar pemilih besaran dan range pengukuran yang akan diukur

6.    Terminal Probe berfungsi sebagai lubang penghubung probe

7.    Probe berfungsi sebagai kabel pengubung antara objek yang diukur dengan AVOmeter

III. Cara Penyetelan pada AVOmeter analog sesuai dengan spesifikasi

A.   Penyetelan titik “0” AVOmeter pada pengukuran tegangan dan arus listrik

1.    Posisikan AVOmeter sesuai dengan SOP

2.    Pilih Selector Switch pada posisi ACV/DCV/mA

3.    Lihat jarum penunjuk apakah sudah menunjuk angka “0”. Jika belum, maka putar Zero Adjust Screw menggunakan Obeng (-) secara perlahan-lahan sehingga jarum penunjuk menunjuk angka “0”

4.    Jika jarum penunjuk sudah menunjuk angka “0” maka AVOmeter siap digunakan untuk pengukuran ACV/DCV/mA

B.   Penyetelan titik “0” AVOmeter pada pengukuran Tahanan

1.     Posisikan AVOmeter sesuai dengan SOP

2.     Pilih Selector Switch pada posisi Ohm (X1, X10, X100, X1K)

3.     Pasang kabel Probe pada Terminal Probe sesuai dengan warnanya

4.     Hubung singkatkan kedua ujung Probe antara Probe merah dan hitam

5.     Jarum penunjuk akan bergerak menuju angka “0” Ohm. Jika belum menunjuk angka “0” putar Zero Adjust Knob ke kanan/kiri hingga jarum penunjuk menunjuk angka “0”

6.     Jika jarum penunjuk sudah menunjuk angka “0”, maka AVOmeter siap digunakan untuk mengukur tahanan.










Pengukuran Hambatan :

1.    Penyetelan alat (dengan memutar sakelar selektor pada posisi Ω dan menempelkan ujung probe merah dan hitam, kemudian memposisikan jarum penunjuk tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan tombol pengatur nol ohm.)

2.    Pastikan komponen/beban yang akan diukur dalam kondisi tidak bertegangan

3.    Posisikan sakelar selektor pada posisi Ω pada range nilai yang paling besar

4.    Pasang probe pada AVOmeter pada kedua sisi beban/sumber/komponen yang akan diukur

5.    Baca hasil 


hasil ukur = skala yang ditunjuk jarum X range


1.    Jika sudah selesai, posisikan sakelar selektor pada posisi OFF

 

 

PENYIMPANAN AVOMETER DILAKUKAN SESUAI PROSEDUR OPERASI STANDAR

 

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS:             

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta kompeten:

  1. Menjelaskan jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik dengan benar
  2. Menjelaskan cara perawatan multimeter sesuai prosedur

3.    Menjelaskan cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur

Manfaat Pesdat mengetahui cara perawatan dan penyimpanan multimeter sesuai dengan prosedur operasi standar

 

MEDIA PEMBELAJARAN:

  1. LCD projector
  2. Laptop
  3. Laser pointer
  4. White Board/Papan Tulis
  5. Spidol dan penghapus
  6. Materi PPT
  7. Rencana Sesi
  8. Lembar Informasi
  9. Lembar Evaluasi

ALAT PERAGA:

1.    AVOmeter

METODE MENGAJAR:

  1. Ceramah bergambar
  2. Tanya Jawab

PERSIAPAN:

  1. Persiapan ruang kelas
  2. Persiapan alat peraga
  3. Persiapan bahan

2.    Persiapan mental dan fisik


I.            PENDAHULUAN

URAIAN KEGIATAN

WAKTU

(Menit)

  1. Memperkenalkan diri
  2. Safety induction
  3. Rules of class
  4. Mengabsen peserta pelatihan
  5. Apersepsi
  6. Memperkenalkan judul pelatihan
  7. Roadmap pelatihan
  8. Menjelaskan tujuan belajar
  9. Menjelaskan manfaat pembelajaran

5



I.            PENYAJIAN

NO

SUBPOKOK BAHASAN/SUBJUDUL

URAIAN

MEDIA PEMBELAJARAN

WAKTU

(Menit)

1.

Menjelaskan jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik dengan benar

1.1  Instruktur menjelaskan jenis – jenis dan tujuan dari perawatan peralatan listrik dengan benar

1.2  Instruktur memberikan umpan balik kepada peserta

1.3  Instruktur memberi kesempatan peserta pelatihan untuk bertanya

●   PPT Slide ke-10

●   Lembar Informasi

4

 

Kesimpulan

Instruktur menyimpulkan mengenai :

 

 

2     APLIKASI

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

Instruktur memberi pertanyaan kepada peserta, dan memberi kesempatan kepada peserta untuk menjawab soal :

 

 


3       EVALUASI

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.    Instruktur membagikan lembar evaluasi yang harus diisi oleh peserta dan mengumpulkannya kembali.

2.    Instruktur memberikan feedback dari hasil evaluasi

3


TUGAS TAMBAHAN

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.     Buatlah rangkuman cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur.

 

 

PEMBERESAN KELAS

 

URAIAN

WAKTU

(Menit)

1.     Merapikan peralatan dan media pembelajaran.

2.     Menghapus papan tulis.

3.     Ucapan terima kasih dan salam penutup

 


I.           Jenis dan tujuan perawatan peralatan listrik

Perawatan adalah suatu upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan peralatan dalam kondisi yang baik dan tetap berfungsi. Karena sifatnya, maka perawatan dibedakan menjadi dua jenis yakni :

1.    Perawatan terencana (Preventif/pencegahan) Jenis perawatan terencana dilaksanakan sesuai dengan rencana yang disertai dengan monitoring dan evaluasi. Dengan demikian jenis perawatan tersebut betul-betul diprogram, diorganisir, dijadwal, dianggarkan, dilaksanakan, dimonitor, dan dievaluasi. Tujuan perawatan terencana adalah mencegah terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan dan mengembalikannya pada kondisi standar yang dapat berfungsi normal.

2.     Perawatan tak terencana (Darurat) Perawatan tak terencana bersifat perbaikan terhadap gangguan atau kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Pada umumnya kerusakan yang terjadi pada tingkatan yang berat (tak beroperasi). Jenis perawatan tersebut jelas tidak direncanakan dan tidak pula terjadwal.

Selain untuk menjaga kondisi dalam keadaan prima, tetap berfungsi dan siap dipakai secara optimal, maka perawatan terencana memiliki dampak yang lebih luas yakni dapat (a) memperpanjang usia pemakaian, (b) melancarkan kegiatan laboratorium, (c) mengetahui kerusakan dini, (d) menghindari kerusakan mendadak, (e) mencegah kerusakan fatal, dan (f) menjamin keamanan dan kenyamanan pemakai.

II.         Cara perawatan multimeter sesuai prosedur

Untuk menjaga atau menjamin agar multimeter akurat hasil pengukurannya, aman bagi alat dan pemakai, terhindar dari kerusakan serta berumur panjang, maka hal-hal teknis yang perlu dilakukan adalah :

1.    Jangan menggunakannya ketika casing-nya terbuka.

2.    Jangan digunakan ketika multimeter atau kabel tes (probe) rusak

3.    Pastikan menggunakan fuse yang diijinkan, jangan menghubung singkatkan terminal ujung fuse, jangan menggati fuse sedemikian dan asal multimeter dapat beroperasi tanpa mempertimbangkan keamanannya

4.    Sebelum memulai pengukuran, pastikan bahwa fungsi dan batas ukur multimeter pada keadaan yang cocok, sesuai dengan pengukuran itu

5.    Untuk menjamin keakuratan, periksa dan kalibrasilah multimeter itu skurang-kurangnya sekali dalam setahun

6.    Letakkan batas ukur (selector) pada posisi OFF atau Volt-AC tertinggi ketika multimeter selesai digunakan.

7.    Ketika mengukur besaran yang sama sekali belum dapat diperkirakan besarnya, mulailah dengan batas ukur yang tertinggi, setelah pembacaan yang pertama, batas ukur dapat dipindah ke yang lebih kecil untuk mendapatkan pembacaan nilai besaran yang akurat.

III.       Cara penyimpanan multimeter sesuai prosedur

1.    Penyimpanan untuk mulmeter analog dan digital selalu harus diyakinkan dimulai dengan mematikan saklar pemilih atau mengatur saklar pemilih ke posisi V * 1000 ( jika posisi off tidak tersedia ).

2.    Semua kabel probe harus dilipat dengan baik dan ditempatkan pada posisinya ( jika casingnya menyediakan ruang untuk itu). Pastikan juga buku petunjuk/manual selalu diletakkan didalam kotak penyimpanannya.

3.    Tidak dianjurkan untuk menyimpan alat uji pada ruangan dengan keadaan ekstrim suhu (panas atau dingin ), kelembaban yang berlebihan

4.    Tidak dianjurkan untuk menyimpan alat uji pada daerah yang terlalu banyak medan magnet maupun listrik statis.

5.    Upayakan juga menghindari getaran yang terlalu banyak dan terus menerus.




Input pada PLC bisa berupa alat untuk mengoperasikan sistem (saklar, tombol) dan sensor. Output pada PLC adalah sistem yang dikontrol, bisa berupa aktuator (motor, kontaktor), lampu dan sebagainya.








by: Instruktur Listrik BPVP Sorong 









Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1




Selasa, 19 Desember 2023

Pengenalan Elektroda Las: Fungsi dan Jenis-Jenisnya

 Pengelasan adalah proses penggabungan logam dengan menggunakan panas untuk menciptakan sambungan permanen. Elektroda las memegang peran kunci dalam proses ini. Artikel ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang fungsi dan jenis-jenis elektroda las yang umum digunakan.



Fungsi Elektroda Las

Elektroda las adalah batang logam yang melebur selama proses pengelasan, memberikan material tambahan yang diperlukan untuk menyatukan dua bahan kerja. Beberapa fungsi utama elektroda las melibatkan:

  1. Pengantar Arus Listrik: Elektroda membawa arus listrik ke tempat kerja, menciptakan panas yang diperlukan untuk melelehkan logam.

  2. Penyambungan Material: Elektroda las membantu menyatukan material logam dengan menyediakan lapisan logam tambahan.

  3. Pemberian Lapisan Pelindung: Beberapa elektroda dilapisi dengan bahan yang melindungi sambungan las dari oksidasi dan kontaminasi atmosfer.

Jenis-Jenis Elektroda Las

  1. Elektroda Berlapis (Coated Electrodes): Elektroda ini memiliki lapisan pelindung yang membantu mencegah oksidasi dan memperbaiki sifat-sifat las.

  2. Elektroda Tidak Berlapis (Uncoated Electrodes): Biasanya digunakan dalam pengelasan terendam dan memiliki karakteristik khusus tergantung pada jenis logam yang digunakan.

  3. Elektroda Tungsten (Tungsten Electrodes): Digunakan dalam pengelasan tig (tungsten inert gas) dan cocok untuk pengelasan logam non-ferrous seperti aluminium.



  4. Elektroda Khusus (Specialized Electrodes): Dirancang untuk aplikasi tertentu, seperti pengelasan baja tahan karat atau logam khusus lainnya.

  5. Elektroda Karbon (Carbon Electrodes): Digunakan dalam pengelasan karbon atau baja rendah.

  6. Elektroda Seluruhnya (Consumable Electrodes): Sepenuhnya meleleh selama pengelasan, memberikan logam tambahan ke sambungan.

Kesimpulan

Penggunaan elektroda las yang tepat adalah kunci untuk mencapai hasil pengelasan yang berkualitas. Dengan memahami fungsi dan jenis-jenis elektroda, para pengrajin dapat membuat pilihan yang bijak sesuai dengan kebutuhan proyek pengelasan mereka.


Jika ingin lebih memahami pengelasan lebih mudah maka anda bisa mempelajari melalui kanal youtube kami.


https://www.youtube.com/channel/UCr9lqkSMAlCydG_YcR2cwfA


Kelistrikan>>>>>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T10:52:00%2B09:00&max-results=7&start=4&by-date=false&m=1

Session plan visual test>>>>>>>>
https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:03:00%2B09:00&max-results=7&start=2&by-date=false&m=1


Bahan slide >>>>>>>>> https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/bahan-slide.html?m=1

Las fillet >>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/teori-membuat-sambungan-las-fillet.html?m=1

Groove>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2020/12/pengelasan-las-kampuh-v-groove.html?m=1

Session plan >>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/2024/06/session-plan-kawat-las-026-evaluasi.html?m=1


Sesion plan alat bantu>>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:17:00%2B09:00&max-results=7&m=1

Sesion plan groove>>>>>>>>>>>

https://tukanglasblksoq.blogspot.com/search?updated-max=2024-06-05T14:09:00%2B09:00&max-results=7&start=1&by-date=false&m=1


BAHAN SLIDE

Urutan slide 1. PENDAHULUAN Salam pembukaan yang hangat 2. KESIAPAN KELAS cek kesehatan audience 3. BERKENALAN mari berkenalan b...